MIN SYAMAIL MUHAMMAD SAW.
Keseharian Nabi.

• Dia sering duduk dalam posisi yang sama bersama-sama orang-orang fakir dan mengambilkan untuk mereka makanan dengan tangannya sendiri
• Dia tidak pernah bertindak kasar kepada siapapun dan memaafkan orang yang meminta maaf.
• Dia tidak pernah mencaci siapapun: “Aku tidak diutus untuk itu” katanya.
• Dia tidak pernah merendahkan dan memukul perempuan, isteri dan pembantunya
• Bila ada orang yang mencaci-maki orang lain, Nabi mengatakan: “tolong tinggalkan cara seperti itu”.
• Bila ada orang berbicara dengan suara tinggi, dia menahan diri dan sabar
• Bila datang kepada hamba-sahayanya, laki-laki atau perempuan, dia mengajaknya berdiri dan membantu keperluannya
• Bila ada orang yang duduk menunggunya ketika sedang shalat, dia mempersingkat shalatnya lalu menemuinya sambil mengatakan: apakah ada yang bisa aku bantu?
• Ketika mendengar cucunya menangis, dia menyegerakan shalatnya, lalu menemui dan menggendongnya
• Ketika dia masuk dalam suatu majlis, beliau duduk di tempat mana saja yang kosong yang dilihatnya pertama kali
• Dia mencuci pakaiannya sendiri, menjahit atau menambal yang sobek daripadanya, memperbaiki alas kakinya, melayani dirinya sendiri, memberi makan untanya, menggiling gandum dengan tangannya sendiri, makan bersama pelayan, memasak bersamanya dan membawa barang-barangnya sendiri ke pasar
• Seorang hamba sahaya perempuan Madinah memegang tangan Nabi. Beliau menyambutnya dengan mengatakan ; “Apakah ada yang bisa aku bantu, wahai ibu si Fulan?. Aku akan membantu dan mengantarkanmu ke mana kamu mau. Dan beliau lalu mengantarkannya”
• Imam al-Ghazali mengatakan : “Nabi sering tak punya uang. Jika ada uang lebih dari keperluan hari itu, dia akan mencari orang yang membutuhkannya. Jika tak menemukannya, dia tak kembali pulang, melainkan menunggu saja sampai menemukannya
• Meskipun dia seorang pemimpin besar, rumahnya tak dijaga oleh siapapun
• Dia dicintai rakyat yang dipinggirkan karena dia menerima mereka dengan kebaikan hati dan mendengarkan dengan setia keluh-kesah mereka
• Ketika dia memiliki kekuasaan yang amat besar, dia tetap saja sederhana dalam sikap dan penampilannya, sama seperti ketika dia sengsara.

Mohammad Iqbal, filsuf dan penyair besar dari Pakistan, bersenandung:
“O, Tuhan,
Sinarilah dunia, yang terlalu lama dalam kegelapan
Dengan nama Muhammad yang cemerlang”

Salawat dan Salam tak terbatas untukmu,
O, Nabi yang agung, Nabi yang mulia
Nabi yang awal dan yang akhir.

(KH Husein Muhammad, Cirebon)

View on Path

Advertisements

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s