TIGA PEMUDA

Ya, tiga pemuda bisa berkarya, tiga pemuda bisa mengguncang dunia. Seperti halnya pionir Ponpes Gontor yang mendirikan pesantren di kala muda.

1. KH. Ahmad Sahal (25 tahun)
2. KH. Zainuddin Fadani (18 tahun)
3. KH. Imam Zarkasyi (16 tahun).

Merekalah TRIMURTI!

Berikut beberapa pelajaran/taushiah dari TRIMURTI.

1. Andaikata muridku tinggal satu, akan tetap kuajar, yang satu ini sama dengan seribu, kalaupun yang satu ini pun tidak ada, aku akan mengajar dunia degan pena. (KH Imam Zarkasyi)

2. Ya Allah, daripada Engkau melihat bangkai pondokku, lebih pundutlah (matikanlah) aku lebih dahulu. (KH Ahmad Sahal)

3. Saya malu kalau rumah saya lebih baik dari pada masjidnya (KH Ahmad Sahal)

4. Sebesar keinsyafanmu sebesar itu pula keuntunganmu (KH Imam Zarkasyi)

5. Berdiri di atas dan untuk semua golongan. (TRIMURTI )

6. Motto pendidikan : Berbudi tinggi berbadan sehat, berpengetahuan luas, berpikiran bebas (TRIMURTI)

7. Panca Jiwa Pondok: Keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, kebebasan.(TRIMURTI )

8. Hidup sekali hiduplah yang berarti. (KH Imam Zarkasyi)

9. Jadilah Ulama yang intelek, bukan intelek yang tahu agama. (KH Imam Zarkasyi)

10. Berjasalah tapi jangan minta jasa. (KH Imam Zarkasyi)

11. Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja. (KH Ahmad Sahal)

12. Kunci keberhasilan Guru dalam mengajar adalah kecintaan sang guru kepada muridnya (kalau seorang guru benar-benar mencintai muridnya ia tentu akan mujahadah lahir dan bathin, segala cara akan dicapai, maka akhirnya tentu akan mendapatkan cara/methode yang tepat, sehingga murid dapat menerima ilmu yang diajarkannya). (KH Ahmad Sahal )

13. Kalau kamu mengajarkan suatu mata pelajaran niatilah: kamu jadi profesor dalam mata pelajaran itu. (KH Imam Zarkasyi )

14. Kamu adalah orang-orang yang berharga, tapi jangan minta dihargai, kalau minta dihargai harga dirimu habis, sepeser pun tidak ada. (KH Imam Zarkasyi).

15. Kalau kamu hidup itu hanya untuk hidup senang, cukup sandang pangan, punya rumah dan isteri, lalu punya anak, kalau hanya itu saja, itu sama dengan kambing. (KH Imam Zarkasyi).

Terima kasih Pak Sukmanjaya R. atas sharingnya.

View on Path

Advertisements

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s