Seorang intelektual sejati tak sekadar piawai bermain teori, namun selayaknya juga mampu membumi dan bergerak di masyarakat.

Boleh pandai ilmu-teknologi-seni, namun terpenting perkuat ilmu dan amaliah dengan mengaji bekal hidup nanti. Tak hanya bergaul dengan siswa dan mahasiswa, tapi juga dengan para santri, atau dengan bapak/Ibu di majlis ilmu dan amal di desa atau di kota dalam gang-gang pun sisi kali.

Intelektual sejati punya banyak dimensi; seimbang antara melangit dan membumi…

View on Path

Advertisements

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s