Jaminan dan Kewajiban

Menurut Ibn Athaillah dalam kitab Al Hikam:

اِجْتِهَا دُ كَ فِيْمَاضُمِنَ لَكَ وَتَقْصِيْرُ كَ فِيْمَاطُلِبَ مِنْكَ  دَلِيلٌ عَلَى انْطِمَاسِ الْبَصِيرَ ةِ مِنْكَ.

“Kesungguh-sungguhanmu dalam meraih perkara yang (sebenarnya) telah dijamin bagimu, serta kelalaianmu terhadap kewajiban yang diamanahkan kepadamu sejatinya merupakan indikasi butanya mata hatimu.”

Firman Allah SWT:

وَكَأَيِّن مِّن دَآبَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَا ٱللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

“Dan berapa banyak binatang yang tak kuasa membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Ankabut: 60).

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (Q.S.Thaha 132)

Seorang hamba yang bisa melaksanakan bagiannya sesempurna mungkin, niscaya Allah akan “melengkapi bagianNya” dengan karunia spesial bagi hamba-Nya yang bertakwa.

Semoga bermanfaat. Mohon maaf & abaikan sekira tak berkenan. Salam,  M. Iqbal Irfany

View on Path

Advertisements

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s