Duduk Saja

 

Hari ini aku duduk saja di Library Klinikum. Stuck. Tak bisa kumulai paper ketiga yang terbengkalai itu. Sementara waktu terus berjalan, menuju saatnya dimana aku harus segera menyelesaikan tugas-tugas. Dan kembali…

Ya sudah, selalu ada cara memotivasi. Terus menulis. Tak perlu lah browsing hiburan. Kekang itu internet. Merenung saja. Terus berpikir menerawang diri sendiri. Merenung eksistensi diri. Buat planning ke depan…

Kalaupun terasa bebal mulut itu baca Al Qur’an, setidaknya dengarkan murattal, dengarkan qari-qari bersuara syahdu itu melafalkan  firman-Nya sepenuh penghayatan. Dengarkan mereka menyindirmu dengan sindiran-sindiranNya. Dimana tiada guna tindakan sia-sia. Sindiran tentang bagaimana Dia menyuruh kita berbuat produktif, berbuat baik, mencintai diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sebagai implementasi mencintai-Nya.

Dan mencintai pekerjaan juga. Karena pekerjaan ini adalah ‘amanah’-Nya yang harus kita laksanakan dan selesaikan sebaik-baiknya. Karena bagaimanapun kita harus mencintai pekerjaan yang kita lakukan…

Göttigen, 8 May 2014

 

Advertisements

One thought on “Duduk Saja

Comments

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s